Vitamin B5: Energi, Kulit & Metabolisme Tubuh

Published: 2026-07-28·Ditulis oleh tim editorial My Health N Wellness
Vitamin B5Energi TubuhKesehatan KulitNutrisi Harian
⏱️ 5 menit membaca • Berbasis bukti

Vitamin B5: Energi, Kulit & Metabolisme Tubuh

Udah minum kopi dan sarapan nasi goreng, tapi jam 10 pagi udah lemes lagi nih? Jangan buru-buru nyalahin kurang tidur, dong. Supaya makanan apa pun yang kamu makan — nasi goreng, gado-gado, atau gorengan dari warung sebelah kantor — bisa diubah jadi energi yang beneran dipakai tubuh, ada satu nutrisi diam-diam yang jarang banget diomongin: vitamin B5.

Vitamin B5 Itu Apa Sih?

Vitamin B5 punya nama kimia asam pantotenat. Ini salah satu dari delapan jenis vitamin B, dan namanya berasal dari bahasa Yunani yang artinya "di mana-mana" — pas banget, soalnya vitamin ini memang ada di hampir semua makanan, walau dalam jumlah kecil.

Di dalam tubuh, vitamin B5 dipakai untuk membentuk molekul bernama koenzim A. Anggap aja koenzim A ini kayak alat serbaguna yang dibutuhkan hampir semua sel buat memecah karbohidrat, lemak, dan protein dari makanan, lalu mengubahnya jadi energi yang bisa dipakai tubuh. Kalau B5-nya kurang, alat ini nggak bisa terbentuk dengan baik, dan proses produksi energi jadi keteteran.

Karena vitamin B5 larut dalam air, tubuh nggak bisa menyimpannya dalam jumlah banyak. Yang nggak terpakai bakal langsung dibuang lewat urine. Makanya, yang penting itu asupan rutin dari makanan sehari-hari, bukan cuma sesekali dalam dosis besar lho.

Kenapa Orang Butuh Vitamin Ini?

Mengubah makanan jadi energi harian

Ini tugas utama B5. Vitamin ini bantu tubuh memecah dan memanfaatkan lemak serta karbohidrat dari apa pun yang kamu makan, mulai dari semangkuk mie goreng sampai oatmeal buat sarapan sehat. Karena koenzim A jadi "jantung" dari proses ini, kekurangan B5 bisa bikin sel-sel tubuh kurang efisien menghasilkan energi — walau efeknya biasanya halus banget pada orang yang sehat dan makan cukup seimbang.

Membantu kesehatan dan penyembuhan kulit

Vitamin B5 dan turunannya banyak dipakai di produk skincare dan dunia medis kulit, terutama untuk membantu penyembuhan luka dan menenangkan kulit yang meradang. Ada juga penelitian soal suplemen berbasis asam pantotenat yang menunjukkan pengurangan jerawat di wajah secara signifikan setelah 12 minggu pemakaian, dibandingkan dengan plasebo, plus peserta merasa kualitas hidup terkait kulitnya jadi lebih baik. Bukan berarti dijamin bebas jerawat ya, tapi ini memang topik yang lagi diteliti serius sama para peneliti.

Bantu jaga kolesterol dan lemak darah

Ada turunan khusus dari B5 namanya pantetin, yang sudah diteliti efeknya terhadap kolesterol dan trigliserida (lemak dalam darah). Beberapa uji klinis pada orang dengan kolesterol yang sedikit tinggi menunjukkan penurunan kolesterol total dan LDL (si "kolesterol jahat") yang cukup bermakna secara statistik setelah beberapa bulan pemakaian, tentunya dibarengi pola makan yang sehat untuk jantung. Asam pantotenat biasa dari makanan sehari-hari nggak menunjukkan efek sekuat itu — manfaat ini spesifik untuk bentuk pantetin yang diteliti di uji klinis, dan tetap harus dibarengi pola makan yang tepat serta pengawasan dokter, bukan asal konsumsi sendiri.

Mendukung produksi hormon dan komunikasi antar sel

Karena koenzim A ikut berperan dalam pembentukan kolesterol — yang jadi bahan dasar beberapa hormon di tubuh — vitamin B5 juga punya peran pendukung dalam produksi hormon. Selain itu, B5 dibutuhkan untuk mengubah piruvat (hasil sampingan dari pencernaan karbohidrat) jadi bentuk yang bisa dipakai tubuh di tempat lain, jadi perannya nggak cuma soal energi doang.

Penyerapan di Dalam Tubuh

Asam pantotenat diserap di usus halus lewat sistem transportasi khusus yang bekerja sama dengan biotin, vitamin B lainnya. Pada asupan sehari-hari yang normal, sistem transportasi ini yang paling banyak bekerja. Tapi kalau asupannya kelewat tinggi, sistem ini jadi "penuh sesak" dan sisanya cuma bisa diserap lewat proses difusi sederhana — jadi penyerapan tubuh nggak otomatis naik terus cuma karena kamu makan atau minum lebih banyak.

Karena larut air dan nggak disimpan dalam jumlah besar, yang lebih penting itu konsistensi asupan dari makanan sehari-hari, bukan sesekali makan banyak sekaligus. Cara masak yang pakai banyak air dan panas lama — misalnya merebus terlalu lama — juga bisa bikin kandungan B5 di makanan berkurang, karena ikut larut ke air rebusannya.

Soal Keamanan

Kekurangan vitamin B5 yang beneran parah itu jarang banget terjadi, soalnya vitamin ini ada di hampir semua makanan yang kita makan sehari-hari. Kalau memang terjadi, biasanya dibarengi kekurangan nutrisi lain juga, sering pada kasus malnutrisi berat, jadi gejala yang spesifik karena kekurangan B5 aja susah dipastikan sendiri.

Orang dengan kelainan genetik langka yang mengganggu cara tubuh mengolah asam pantotenat punya risiko kekurangan yang lebih tinggi, dan sebaiknya konsultasi dengan dokter spesialis, bukan asal minum suplemen sendiri. Ibu hamil dan menyusui juga butuh sedikit lebih banyak B5, jadi sebaiknya tanya dokter dulu sebelum mulai suplemen baru apa pun.

Vitamin B5 dari makanan tergolong sangat aman, dan sampai sekarang belum ditemukan interaksi berarti antara asam pantotenat dengan obat-obatan umum. Suplemen dosis sangat tinggi — jauh di atas yang biasa didapat dari multivitamin atau makanan harian — kadang dikaitkan dengan gangguan lambung atau diare. Makanya, lebih baik utamakan sumber dari makanan dulu, dan tanya apoteker atau dokter sebelum nambah suplemen B5 tersendiri, biar aman dan sesuai kebutuhan.

Sumber Makanan Alami

Kabar baiknya, buat yang makan menu Indonesia sehari-hari, vitamin B5 itu ada hampir di mana-mana — dari nasi campur di warteg, telur dadar, sampai semangkuk mie ayam dengan jamur, semuanya diam-diam menyumbang B5. Sumber-sumber yang bagus antara lain:

  • Ayam, daging sapi, dan jeroan
  • Telur (ada di hampir semua menu, dari nasi goreng sampai gorengan tahu isi telur)
  • Jamur, alpukat, dan brokoli
  • Biji-bijian utuh seperti beras merah dan oatmeal
  • Kacang-kacangan, termasuk lentil dan kedelai (ada di tahu dan tempe)
  • Ikan, seafood, dan produk susu seperti susu dan yogurt
  • Biji bunga matahari dan kacang tanah

Karena proses penggilingan dan pengolahan berat bisa menghilangkan sebagian besar kandungan B5 alami dalam makanan, pilih biji-bijian yang minim proses dan masakan yang baru dimasak, dibanding makanan kemasan yang udah diolah habis-habisan. Kebiasaan kecil ini bikin kamu dapat B5 secara alami lebih banyak, tanpa perlu mikir keras banget.

Cek Nutrisi Lainnya

Penutup

Vitamin B5 memang nggak seterkenal vitamin C atau vitamin D, tapi diam-diam vitamin ini selalu kerja setiap kali tubuh mengubah makanan jadi energi. Buat kebanyakan orang yang makan menu Indonesia yang beragam — ada telur, biji-bijian utuh, ayam, dan sayuran secara rutin — kekurangan B5 biasanya bukan masalah besar banget. Yang lebih penting justru menyadari betapa vitamin ini diam-diam mendukung energi harian sampai kesehatan kulit kamu, dan mulai memilih makanan yang minim proses biar asupannya tetap stabil setiap hari.

Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi umum dan bukan pengganti saran medis profesional. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang kompeten sebelum mengubah pola makan atau rutinitas suplemenmu.

References

  1. NIH Office of Dietary Supplements
    https://ods.od.nih.gov/factsheets/PantothenicAcid-HealthProfessional/
  2. Harvard T.H. Chan School of Public Health
    https://nutritionsource.hsph.harvard.edu/pantothenic-acid-vitamin-b5/
  3. MedlinePlus (NIH)
    https://medlineplus.gov/ency/article/002410.htm
  4. Linus Pauling Institute
    https://lpi.oregonstate.edu/mic/vitamins/pantothenic-acid
  5. PubMed Central (NIH)
    https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3942300/
  6. NCBI Bookshelf (StatPearls)
    https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK563233/