🎁 Join free & get 20% off as a member SingaporeOther Countries

Vitamin B6: Manfaat untuk Energi, Mood & Saraf

Published: 2026-10-04·Ditulis oleh tim editorial My Health N Wellness
vitamin B6vitamin Bkesehatan sarafenergi
⏱️ 5 menit baca • Berbasis bukti

Vitamin B6: Manfaat untuk Energi, Mood & Saraf

Pernah nggak, jam tiga sore tiba-tiba otak ngeblank, badan lemas, dan gampang senewen, padahal tadi pagi sudah ngopi? Sebelum pesan kopi lagi, kenalan dulu yuk sama vitamin B6. Dia "pekerja keras" yang jarang disorot, padahal dipakai tubuh untuk ratusan reaksi kimia setiap hari.

Apa Itu Vitamin B6?

Vitamin B6 itu bukan satu molekul tunggal, lho. Ini nama "keluarga" untuk beberapa senyawa yang mirip dan punya tugas dasar yang sama di tubuh. Vitamin B6 adalah vitamin yang larut dalam air. Ia ada secara alami di banyak makanan, ditambahkan ke makanan lain, dan dijual sebagai suplemen. Bentuknya ada beberapa, yaitu piridoksin, piridoksal, dan piridoksamin. Semuanya nanti diubah tubuh jadi bentuk aktif yang siap bekerja.

Karena larut dalam air, tubuh tidak menyimpan banyak B6 untuk nanti. Kelebihannya langsung keluar lewat urine. Makanya asupan yang stabil dari makan sehari-hari jauh lebih penting daripada sesekali menelan dosis besar.

Setelah diserap, vitamin B6 diubah jadi bentuk aktif bernama PLP (piridoksal 5'-fosfat). Bayangkan PLP sebagai asisten mungil yang duduk di dalam enzim. Enzim sendiri adalah "pekerja" kecil yang menjalankan reaksi kimia di tubuh, dan tanpa PLP banyak dari mereka nggak bisa kerja dengan lancar. Akibatnya, proses tubuh mengolah makanan jadi kurang efisien.

Kenapa Banyak Orang Mengonsumsinya?

Membantu tubuh mengolah protein dan menghasilkan energi

Vitamin B6 punya peran utama dalam memecah protein yang kamu makan. Entah itu ayam di sepiring nasi ayam, tahu di piring warteg, atau ikan di nasi uduk. Semakin banyak protein yang kamu makan, semakin banyak juga B6 yang dibutuhkan tubuh untuk mengolahnya dengan benar. Karena itu, orang yang porsi proteinnya besar dan orang dewasa yang aktif berolahraga sering disarankan memperhatikan asupan B6, sejalan dengan target proteinnya.

Mendukung zat kimia otak yang berkaitan dengan mood

PLP membantu enzim yang membuat beberapa neurotransmitter, yaitu zat kimia pembawa pesan di otak. Di antaranya ada yang berkaitan dengan suasana hati, rasa tenang, dan semangat. Buat pekerja kantoran yang dikejar deadline dan jarang sempat istirahat, dukungan diam-diam untuk sinyal di otak ini jadi salah satu alasan B6 sering muncul saat orang ngobrolin stres dan fokus. Tapi jangan salah paham, B6 bukan obat instan untuk burnout (kelelahan kerja yang sudah parah).

Membantu pembentukan sel darah merah yang sehat

Tubuh butuh vitamin B6 untuk membuat hemoglobin. Ini protein di dalam sel darah merah yang mengantar oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Kalau B6 kurang, bisa timbul salah satu jenis anemia (kurang darah). Kamu jadi capek banget atau gampang sesak napas tanpa sebab yang jelas.

Berperan dalam daya tahan tubuh

Sistem imun kita mengandalkan antibodi, yaitu zat pertahanan yang mengenali dan melawan infeksi. B6 termasuk salah satu nutrisi yang terlibat dalam pembuatannya. B6 juga berperan dalam perkembangan otak selama kehamilan dan di masa bayi. Makanya ia sering masuk daftar nutrisi ibu hamil, bareng folat dan zat besi.

Bioavailabilitas & Penyerapan

Seberapa banyak B6 yang benar-benar diserap tubuh sangat bergantung pada asalnya. B6 dari makanan hewani seperti ayam, ikan, dan telur relatif stabil penyerapannya. B6 dari makanan nabati lebih beragam: ada sumber yang B6-nya gampang diserap, ada yang jauh lebih susah.

Inilah alasan piring yang beragam lebih penting daripada terpaku pada satu "superfood". Kombinasi lauk protein, biji-bijian utuh, dan sayur menyebarkan asupan B6 kamu ke berbagai makanan dengan tingkat penyerapan yang beda-beda. Semangatnya sama dengan panduan Isi Piringku dari Kemenkes. Jadi kamu nggak bergantung pada satu sumber yang mungkin kurang terserap.

Memasak dan pengolahan juga bisa mengurangi kandungan B6, karena vitamin ini sensitif terhadap panas dan cahaya. Dikukus atau ditumis sebentar biasanya lebih menjaga B6 daripada direbus lama atau digoreng dengan banyak minyak. Ingat-ingat ya kalau lagi mau masak ikan.

Dasar-Dasar Keamanan

Kekurangan vitamin B6 dari makanan saja jarang terjadi pada orang yang pola makannya cukup beragam. Kekurangan biasanya muncul pada kondisi tertentu. Faktor risiko utamanya adalah gagal ginjal, penyakit hati, atau kebiasaan minum alkohol berat dalam jangka panjang, karena kondisi-kondisi itu mengganggu cara tubuh mengolah dan menyimpan vitamin ini.

Yang belakangan lebih ramai dibahas di Singapura justru soal kelebihan B6, bukan kekurangannya. Health Sciences Authority (HSA), otoritas obat dan produk kesehatan di Singapura, mengingatkan bahwa pemakaian suplemen vitamin B6 dosis tinggi dalam waktu lama dikaitkan dengan neuropati perifer. Ini kerusakan saraf tepi yang menimbulkan kesemutan, baal, atau rasa seperti terbakar, biasanya di tangan atau kaki. Gejalanya umumnya membaik setelah suplemen dihentikan. Tapi justru karena itu, suplemen B6 nggak boleh dikonsumsi sembarangan atau dalam jumlah besar tanpa arahan tenaga medis.

Beberapa obat juga bisa memengaruhi status B6 kamu. Sebagian obat untuk TBC, tekanan darah tinggi, atau penyakit Parkinson dapat mengganggu cara tubuh memakai vitamin ini. Jadi kalau kamu lagi mempertimbangkan suplemen B6, sebutkan obat rutin yang kamu minum ke dokter atau apoteker. Ibu hamil, lansia, dan orang dengan gangguan ginjal atau hati kronis juga sebaiknya bertanya dulu ke tenaga kesehatan sebelum menambahkan suplemen B6 ke rutinitasnya.

Sumber Makanan Alami

  • Ayam dan kalkun. Gampang ditemui di warteg, warung makan, dan masakan rumahan
  • Ikan seperti salmon, tuna, dan ikan kembung, yang akrab di dapur Indonesia
  • Kentang dan ubi, entah dipure, dipanggang, atau dimasak dalam kari
  • Pisang, buah praktis yang ada di mana-mana
  • Kacang arab (chickpea) dan kacang-kacangan lain, yang sering muncul di kari dan salad
  • Sereal sarapan yang diperkaya nutrisi dan roti gandum utuh
  • Telur, menu andalan sarapan di banyak rumah dan warung
  • Sayuran hijau seperti bayam dan sawi

Kenali Nutrisi Lain yang Berkaitan

Kesimpulan

Vitamin B6 memang nggak sepopuler vitamin C atau vitamin D. Tapi diam-diam ia ikut mengubah makananmu jadi energi yang bisa dipakai, menjaga sinyal saraf tetap lancar, dan mendukung mood serta daya tahan tubuh. Buat kebanyakan orang yang pola makannya cukup beragam, ada lauk protein, nasi atau biji-bijian utuh, plus buah dan sayur di piring, kebutuhan B6 biasanya nggak sulit dipenuhi.

Yang justru perlu hati-hati ada di sisi sebaliknya. Suplemen dosis tinggi yang dikonsumsi tanpa saran medis, apalagi dalam waktu lama, punya risiko nyata berupa gangguan saraf. Jadi kalau kamu kepikiran minum suplemen B6 karena alasan tertentu, ngobrol singkat dulu dengan dokter atau apoteker ya. Jangan berasumsi makin banyak makin bagus.

Artikel ini hanya untuk informasi umum dan bukan pengganti saran medis dari tenaga profesional. Sebelum mengubah pola makan atau rutinitas suplemenmu, konsultasikan dulu dengan tenaga kesehatan yang berkompeten.

References

  1. NIH Office of Dietary Supplements
    https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminB6-HealthProfessional/
  2. Harvard T.H. Chan School of Public Health
    https://nutritionsource.hsph.harvard.edu/vitamin-b6/
  3. MedlinePlus
    https://medlineplus.gov/ency/article/002402.htm
  4. Linus Pauling Institute
    https://lpi.oregonstate.edu/mic/vitamins/vitamin-B6
  5. Mayo Clinic
    https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-vitamin-b6/art-20363468
  6. Health Sciences Authority 🇸🇬 SG
    https://www.hsa.gov.sg/announcements/high-dose-vitamin-b6-and-risk-of-peripheral-neuropathy/
  7. PubMed Central
    https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10343656/