Apakah Memasak Merusak Vitamin? Apa yang Anda Hilang — dan Apa yang Anda Dapat
Apakah Memasak Merusak Vitamin? Apa yang Anda Hilang — dan Apa yang Anda Dapat
Anda mungkin pernah mendengar bahwa memasak merusak nutrisi. Penggemar makanan mentah bersikeras bahwa makan semua makanan tidak dimasak adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan nutrisi maksimal. Tapi apakah itu benar?
Jawabannya lebih rumit dari "memasak buruk, mentah baik." Beberapa vitamin memang rusak oleh panas. Tapi memasak juga membuat nutrisi lain lebih tersedia. Dan untuk beberapa makanan, memasak sangat penting untuk keamanan.
Vitamin Sensitif Panas — Apa yang Hilang
Vitamin C
Vitamin C adalah vitamin yang paling sensitif terhadap panas. Ia larut dalam air dan mudah terurai saat terkena panas, cahaya, dan udara.
Folat (Vitamin B9)
Folat juga sensitif terhadap panas. Merebus sayuran berdaun seperti bayam dapat menyebabkan kehilangan folat yang signifikan.
Tiamin (Vitamin B1)
Tiamin cukup sensitif terhadap panas. Ia juga rusak oleh kondisi alkali.
Kebenaran Mengejutkan — Memasak Meningkatkan Beberapa Nutrisi
Likopen (dalam tomat)
Tomat yang dimasak memiliki likopen yang lebih bioavailable daripada tomat mentah.
Beta-karoten (dalam wortel, bayam, ubi jalar)
Beta-karoten adalah prekursor vitamin A. Memasak memecah dinding sel tumbuhan, membuat beta-karoten lebih tersedia untuk penyerapan.
Kiat Praktis
- Jangan takut memasak. Sayuran yang dimasak tetap sangat sehat.
- Makan campuran. Ada yang mentah, ada yang dimasak.
- Kukus daripada rebus. Terutama untuk sayuran hijau.
Bahan Terkait
- Vitamin C – Paling sensitif panas.
- Folat (Vitamin B9) – Sensitif panas.
- Vitamin B1 (Tiamin) – Cukup sensitif panas.
- Likopen – Meningkat dengan memasak.
- Beta-karoten – Lebih bioavailable setelah dimasak.