🎁 Join free & get 20% off as a member SingaporeOther Countries

Vitamin B1 (Thiamin): Bensin Energi & Saraf Kamu

Published: 2026-10-04·Ditulis oleh tim editorial My Health N Wellness
Vitamin B1ThiaminEnergi TubuhKesehatan Saraf
⏱️ Baca 5 menit • Berbasis bukti

Vitamin B1 (Thiamin): Bensin Energi & Saraf Kamu

Pernah gak sih kepikiran kenapa habis makan nasi goreng atau gorengan anget, badan langsung berenergi, tapi sejam kemudian malah lemes lagi dong? Salah satu jawabannya ada di nutrisi kecil yang gampang banget dilupakan ini: vitamin B1. Vitamin inilah yang sebenarnya bantu tubuh kamu mengubah karbohidrat jadi energi dari awal.

Vitamin B1 Itu Apa, Sih?

Vitamin B1, yang juga dikenal sebagai thiamin, adalah vitamin yang larut dalam air. Artinya, tubuh kamu gak bisa nyimpen banyak-banyak, jadi butuh asupan segar hampir setiap hari — beda banget sama vitamin yang bisa "ditabung" tubuh untuk jangka panjang.

Tugas utamanya adalah membantu sel-sel tubuh mengubah karbohidrat yang kamu makan — nasi, mi, roti — jadi energi yang bisa langsung dipakai. Selain itu, thiamin juga mendukung pertumbuhan yang sehat dan kerja sel-sel tubuh sehari-hari.

Sejarah thiamin ini ternyata erat banget sama nasi, lho. Di akhir tahun 1800-an, peneliti nemuin bahwa orang dan hewan yang makan nasi putih hasil sosoh (yang kulit luarnya udah dikupas) mengalami gangguan saraf dan jantung yang serius, sementara yang makan biji-bijian utuh gak kena masalah itu. Ternyata, kulit ari beras yang hilang saat digiling itu justru tempat thiamin paling banyak berkumpul. Temuan ini masih relevan banget buat kita sekarang, karena nasi putih, gorengan, dan menu sarapan berkarbo olahan lainnya masih jadi andalan banyak keluarga Indonesia sehari-hari, dari warung sampai meja makan di rumah.

Kenapa Orang Perlu Vitamin B1?

Jadi "bensin" energi harian kamu

Thiamin berperan sebagai molekul pembantu buat enzim yang mengurai karbohidrat jadi energi yang bisa dipakai sel tubuh. Buat kamu yang tiap hari naik KRL atau MRT terus duduk lama depan laptop kantor, punya cukup thiamin bantu proses konversi energi berjalan stabil sepanjang hari — bukan cuma naik sebentar lalu drop kayak efek gula dari karbo olahan doang.

Jaga sinyal saraf dan otot tetap lancar

Thiamin juga ikut berperan dalam cara sel saraf saling "ngobrol" satu sama lain dan cara otot berkontraksi, salah satunya lewat bantuannya mengatur keluar-masuknya partikel bermuatan listrik di dalam sel. Kalau thiamin kurang, sinyal ini jadi kacau — makanya kekurangan parah bisa bikin kesemutan, kebas, atau otot tangan dan kaki jadi lemah.

Mendukung fungsi jantung yang normal

Otot jantung itu butuh energi terus-menerus, jadi dia termasuk paling sensitif kalau thiamin-nya kurang. Penelitian mengaitkan kekurangan thiamin dengan gangguan jantung yang disebut beri-beri "basah", dan beberapa studi juga meneliti apakah suplemen thiamin bisa membantu fungsi jantung pada orang dengan gagal jantung — meski masih butuh riset lebih lanjut buat memastikan seberapa besar manfaatnya sebenarnya.

Bisa mendukung kesehatan otak dan daya ingat

Thiamin dibutuhkan untuk metabolisme sel otak yang normal. Para peneliti juga mempelajari apakah kadar thiamin yang rendah dalam jangka panjang bisa berhubungan dengan masalah daya ingat dan kondisi seperti Alzheimer. Kekurangan yang parah dan berkepanjangan — biasanya terjadi karena konsumsi alkohol berat dan kronis — bisa memicu kondisi otak serius bernama sindrom Wernicke-Korsakoff. Ini jadi bukti betapa pentingnya vitamin kecil ini buat otak yang sehat.

Penyerapan Thiamin di Tubuh

Thiamin diserap terutama di usus kecil lewat protein transpor khusus yang bertugas mengantarnya masuk ke aliran darah. Karena tubuh cuma bisa nyimpen sedikit thiamin di hati, asupan harian yang konsisten dari makanan jauh lebih penting dibanding vitamin yang larut dalam lemak, yang bisa ditabung lebih lama.

Beberapa kebiasaan sehari-hari bisa mempengaruhi seberapa banyak thiamin yang benar-benar terserap dan tersimpan di tubuh kamu. Konsumsi alkohol yang berat atau rutin bisa mengganggu kemampuan usus menyerap thiamin, plus bikin tubuh kehilangan lebih banyak thiamin lewat urine — makanya peminum alkohol termasuk kelompok yang lebih rentan kekurangan. Karena thiamin larut air, dia juga bisa "lari" ke air rebusan dan rusak kalau kena panas terlalu lama. Jadi kalau kamu merebus sayur atau nasi kelamaan, atau buang air rendaman kacang-kacangan sebelum dimasak, thiamin yang akhirnya sampai ke piring kamu jadi lebih sedikit dari yang seharusnya.

Amankah Vitamin B1 Ini?

Thiamin dari makanan dan suplemen standar umumnya ditoleransi tubuh dengan baik banget, dan belum ada bukti kuat soal bahaya dari konsumsi dalam jumlah tinggi. Makanya, batas atas aman untuk thiamin belum ditetapkan seperti vitamin-vitamin lain yang punya risiko kelebihan.

Meski begitu, ada beberapa kelompok yang lebih rentan kekurangan thiamin dan perlu lebih perhatian sama asupannya: lansia, orang dengan riwayat konsumsi alkohol berat jangka panjang, orang dengan gangguan pencernaan yang mempengaruhi penyerapan nutrisi, orang yang pernah operasi penurunan berat badan, pasien cuci darah (dialisis) jangka panjang, dan penyandang diabetes. Beberapa obat, termasuk obat diuretik dan obat kemoterapi bernama fluorouracil, juga bisa menurunkan kadar thiamin atau mengganggu cara tubuh menggunakannya. Reaksi alergi memang pernah dilaporkan, tapi kebanyakan terjadi pada bentuk suntikan yang dipakai di rumah sakit, bukan dari makanan sehari-hari yang kita konsumsi. Kalau kamu rutin minum obat tertentu atau punya salah satu kondisi di atas, sebaiknya konsultasi dulu ke dokter atau apoteker sebelum nambah suplemen thiamin, ya — biar aman dan sesuai kebutuhan.

Sumber Alami Vitamin B1

  • Biji-bijian utuh dan roti gandum, yang menyimpan lebih banyak thiamin dibanding nasi putih atau roti putih yang sudah diolah berlebihan
  • Beras merah dan biji-bijian tanpa proses sosoh — gampang banget dijadikan pengganti nasi putih di menu warung sehari-hari
  • Daging babi (untuk yang mengonsumsi) dan daging tanpa lemak lainnya, termasuk sumber thiamin harian yang cukup tinggi
  • Kacang-kacangan seperti kacang hijau, kedelai, dan lentil — mirip kayak yang ada di bubur kacang hijau atau tempe favorit kita
  • Kacang dan biji-bijian, termasuk biji bunga matahari dan kacang tanah
  • Sereal sarapan yang difortifikasi, karena banyak produsen menambahkan thiamin ke dalamnya
  • Telur dan ikan, yang menyumbang thiamin dalam jumlah lebih kecil tapi tetap konsisten kalau dimakan rutin

Jelajahi Nutrisi Terkait Lainnya

Kesimpulan

Vitamin B1 memang gak seterkenal vitamin C atau D, tapi perannya diam-diam krusial banget — dialah yang bikin tubuh kamu bisa benar-benar memanfaatkan karbohidrat yang mendominasi piring makan orang Indonesia, dari nasi goreng sampai gado-gado. Buat kebanyakan orang yang makannya udah variatif — ada biji-bijian utuh, kacang-kacangan, daging atau ikan — kebutuhan thiamin biasanya udah tercukupi tanpa usaha ekstra. Tapi kalau menu harian kamu didominasi nasi putih, minuman manis, dan sarapan olahan kayak gorengan terus-terusan, atau kamu rutin minum alkohol, ada baiknya mulai mikirin dari mana sebenarnya asupan thiamin kamu berasal. Seperti nutrisi lainnya, pilihan makan yang konsisten dan sehat sehari-hari jauh lebih berpengaruh dibanding sekadar andalin satu jenis suplemen aja.

Artikel ini ditulis untuk tujuan informasi umum dan bukan pengganti saran medis profesional. Selalu konsultasikan ke tenaga kesehatan yang kompeten sebelum mengubah pola makan atau rutinitas suplemen kamu.

References

  1. NIH Office of Dietary Supplements
    https://ods.od.nih.gov/factsheets/Thiamin-HealthProfessional/
  2. Harvard T.H. Chan School of Public Health
    https://nutritionsource.hsph.harvard.edu/vitamin-b1/
  3. MedlinePlus
    https://medlineplus.gov/ency/article/002401.htm
  4. Linus Pauling Institute
    https://lpi.oregonstate.edu/mic/vitamins/thiamin
  5. HealthHub Singapore 🇸🇬 SG
    https://www.healthhub.sg/medication-devices-and-treatment/medications/thiamine
  6. PubMed Central
    https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12503715/
  7. WebMD
    https://www.webmd.com/vitamins-supplements/thiamine-vitamin-b1