🎁 Join free & get 20% off as a member SingaporeOther Countries

Yodium: Dukung Tiroid dan Perkembangan Otak

Published: 2026-10-04·Ditulis oleh tim editorial My Health N Wellness
yodiumkesehatan tiroidmineralnutrisi ibu hamil
⏱️ 5 menit baca • Berbasis bukti

Yodium: Dukung Tiroid dan Perkembangan Otak

Garam dapur di meja makan, kopi susu favorit pagi-pagi, dan sup miso waktu makan siang punya satu kesamaan nih: ketiganya diam-diam ikut menentukan berapa banyak yodium yang masuk ke tubuhmu. Kebanyakan dari kita jarang mikirin mineral yang satu ini, padahal tiroid nggak bisa kerja tanpanya, lho.

Apa Itu Yodium?

Yodium itu mineral mikro. Artinya, tubuh cuma butuh sedikit banget. Tapi tubuh nggak bisa bikin sendiri, jadi semuanya harus datang dari makanan, garam beryodium, atau suplemen.

Tugas utamanya membantu kelenjar tiroid membuat hormon tiroid. Tiroid itu kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu di bagian depan leher. Hormonnya bekerja seperti termostat buat metabolisme, yaitu proses yang mengubah makanan jadi energi.

Yodium dalam makanan punya beberapa bentuk kimia, tapi usus akan mengubahnya jadi iodida. Inilah bentuk yang diambil tiroid dari darah. Lembaga kesehatan AS (National Institutes of Health) dan Harvard sama-sama menjelaskan peran dasar ini.

Kenapa Orang Mengonsumsinya?

Menjaga metabolisme tetap stabil

Hormon tiroid ikut mengatur detak jantung, suhu tubuh, dan seberapa cepat tubuh memakai energi. Kalau yodium kurang, produksi hormon melambat. Orang bisa jadi gampang capek, kedinginan, atau lemas, dengan kulit kering, sembelit, atau berat badan naik. Karena tiroid sepenting itu untuk energi, yodium yang terlalu sedikit maupun terlalu banyak bisa muncul sebagai perubahan berat badan, detak jantung, atau suasana hati. Tanda-tanda ini umum dan penyebabnya macam-macam, jadi badan capek bukan berarti kamu butuh yodium. Cara pastinya ya periksa ke dokter dan tes darah.

Mendukung perkembangan otak bayi

Di awal kehamilan, bayi sepenuhnya bergantung pada hormon tiroid ibunya. Makanya kebutuhan yodium ibu hamil naik. Studi berskala besar mengaitkan kurang yodium di trimester pertama dengan skor kemampuan bahasa yang lebih rendah pada anak. Uji coba pemberian yodium pada ibu yang kekurangannya ringan hasilnya kurang meyakinkan, jadi targetnya yang masuk akal adalah cukup yodium, bukan berlebihan. Kalau sedang hamil, program hamil, atau menyusui, tanyakan ke dokter ya.

Membantu anak tumbuh dan belajar

Hormon tiroid memandu pertumbuhan tulang dan perkembangan sistem saraf sejak bayi sampai masa anak-anak. Kekurangan yodium yang berat adalah penyebab disabilitas intelektual yang paling umum di dunia, dan sebenarnya bisa dicegah. Kekurangan yang ringan lebih sulit diukur, tapi studi di daerah miskin yodium menunjukkan bahwa memperbaikinya meningkatkan kemampuan berpikir dan perkembangan anak. Di tempat yang garam beryodiumnya dipakai luas, masalah ini jadi jarang.

Membantu mencegah gondok (leher membengkak)

Saat yodium kurang, tiroid membesar karena berusaha menangkap sisa yodium sebisanya. Pembengkakan di depan leher ini disebut gondok, dan sering jadi tanda kekurangan yodium yang paling awal terlihat. Gondok juga bisa muncul karena tiroid terlalu aktif atau kurang aktif, jadi benjolan di leher sebaiknya selalu diperiksakan ke dokter. Program iodisasi garam di berbagai negara dibuat terutama untuk mencegahnya.

Ketersediaan Hayati & Penyerapan

Yodium termasuk mineral yang gampang diserap. Iodida diserap cepat dan hampir sempurna di lambung dan usus halus bagian atas. Iodat, bentuk yang sering dipakai di garam, diubah jadi iodida di usus. Tiroid lalu mengambil sebanyak yang dibutuhkan dari darah, dan kelebihannya kebanyakan keluar lewat urine.

Jadi masalahnya jarang di penyerapan, tapi di pasokan. Kadar yodium dalam makanan bergantung pada tanah dan laut asalnya, sehingga bervariasi banget. Itu juga alasan tabel kandungan makanan cuma memberi angka perkiraan, bukan angka pasti.

Ada senyawa alami di tumbuhan bernama goitrogen, yang ada di kedelai dan sayuran keluarga kubis seperti kubis dan brokoli. Senyawa ini bisa mengganggu cara tubuh memanfaatkan yodium. Efeknya terutama terasa kalau asupan yodium memang sudah pas-pasan. Linus Pauling Institute menyebut bahwa makanan kedelai seperti tahu tampaknya tidak menaikkan risiko hipotiroid (tiroid kurang aktif) kalau yodiumnya cukup.

Zat gizi lain juga berperan. Selenium, zat besi, dan vitamin A semuanya mendukung fungsi tiroid, dan kekurangannya bisa memperburuk dampak kurang yodium.

Hal Dasar soal Keamanan

Yodium itu prinsipnya "yang pas-pas aja": terlalu sedikit maupun terlalu banyak sama-sama bisa mengganggu tiroid. Makan yodium dalam jumlah banyak lewat makanan sehari-hari biasanya masih bisa ditoleransi, seperti di Jepang dan Korea yang rutin makan rumput laut. Tapi orang dengan penyakit tiroid autoimun, atau yang lama kekurangan yodium, bisa bereaksi buruk kalau dikasih tambahan. Lansia yang sudah punya benjolan di tiroid juga termasuk kelompok yang dianjurkan berhati-hati.

Paling hati-hati dengan sumber yang pekat. Rumput laut cokelat seperti kombu, bahan dasar kaldu dashi Jepang, dan suplemen kelp (rumput laut cokelat) bisa mengandung yodium yang sangat banyak dan sulit ditebak. Para peneliti menyarankan ibu hamil dan anak-anak tidak berlebihan mengonsumsinya.

Konsultasi dulu ke dokter kalau kamu punya masalah tiroid, minum obat tiroid atau obat jantung, atau memakai obat tekanan darah tertentu atau obat pembuang cairan (diuretik), karena suplemen yodium bisa berinteraksi dengan obat-obat itu. Dosis yang sangat besar bisa menyebabkan rasa terbakar di mulut dan tenggorokan, sakit perut, dan muntah.

Yodium radioaktif itu urusan yang beda. Zat ini dipakai untuk pemindaian dan pengobatan tiroid, dan rumah sakit biasanya meminta pasien menjalani diet rendah yodium sebelumnya, jadi ikuti arahan tim medismu. Cairan antiseptik yodium cuma untuk kulit, jangan pernah diminum.

Sumber Makanan Alami

Tumbuhan bukan sumber yodium yang bagus. Jadi, yodium kebanyakan datang dari laut, produk susu, dan garam beryodium. Di sepiring nasi warteg, nasi, sayur, dan ayamnya cuma menyumbang sedikit, sementara lauk ikan atau telur menambah lebih banyak.

  • Hasil laut: Ikan dan kerang-kerangan menyerap yodium dari air laut. Ikan laut, udang, dan kerang, misalnya kerang saus padang, biasanya kaya yodium. Teri di nasi uduk juga berasal dari laut, tapi sejumput kecil saja nggak menyumbang banyak.
  • Rumput laut: Camilan nori, sup miso, salad wakame, dan kombu di kaldu dashi semuanya termasuk. Kadarnya beda-beda jauh, dan rumput laut cokelat yang paling kaya.
  • Susu dan produk olahannya: Susu, yoghurt, dan keju jadi sumber utama di banyak negara, tergantung peternakannya. Minuman berbahan susu seperti kopi susu menyumbang sedikit yodium dari susunya, tapi kebanyakan susu nabati hanya mengandung sedikit, kecuali yang difortifikasi.
  • Telur: Telur setengah matang yang dimakan bareng roti bakar, atau telur ceplok di atas nasi goreng, menyumbang yodium dalam jumlah sedang.
  • Garam beryodium: Hanya garam yang berlabel beryodium yang mengandung yodium cukup berarti. Garam laut, garam batu, dan garam Himalaya biasanya tidak, dan saus serta makanan olahan jarang dibuat dengan garam beryodium. Sebuah tinjauan regional menemukan bahwa iodisasi garam bersifat sukarela di Singapura dan Brunei, dan hanya diwajibkan di beberapa negara bagian Malaysia, jadi membaca label itu penting banget.

Vegetarian dan vegan lebih mungkin kekurangan yodium karena nggak makan hasil laut, produk susu, dan telur. Mengurangi garam, seperti yang dianjurkan Kemenkes, tetap langkah yang bijak. Sumber lain bisa menutup kekurangannya, kok.

Kenali Nutrisi Terkait

Kesimpulan

Buat kebanyakan orang dewasa yang sehat di Indonesia, kombinasi hasil laut, telur, produk susu, dan sesekali masakan rumput laut sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan yodium, tanpa ribet. Kelompok yang perlu lebih diperhatikan adalah ibu hamil atau menyusui, vegetarian dan vegan, dan siapa pun yang menghindari susu dan hasil laut.

Anak muda kantoran makin penasaran sama suplemen, sementara orang tua biasanya lebih percaya masakan rumah. Soal yodium, dua-duanya ada benarnya: makanan biasanya sudah cukup, dan lebih banyak bukan berarti lebih baik. Kalau masih ragu, tanya dokter atau ahli gizi dulu sebelum beli suplemen kelp atau produk berkadar tinggi. Cek juga, jangan-jangan multivitamin atau vitamin kehamilanmu sudah mengandung yodium.

Artikel ini hanya untuk informasi umum dan tidak menggantikan saran medis dari tenaga profesional. Sebelum mengubah pola makan atau rutinitas suplemenmu, konsultasikan dulu dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi.

References

  1. NIH Office of Dietary Supplements
    https://ods.od.nih.gov/factsheets/Iodine-HealthProfessional/
  2. Harvard T.H. Chan School of Public Health
    https://nutritionsource.hsph.harvard.edu/iodine/
  3. MedlinePlus (NIH)
    https://medlineplus.gov/ency/article/002421.htm
  4. Linus Pauling Institute (Oregon State University)
    https://lpi.oregonstate.edu/mic/minerals/iodine
  5. PubMed Central (NIH)
    https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8077470/
  6. PubMed Central (NIH)
    https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5647668/